oleh: AMIN RAIS ISKANDAR
Tuhan;
Kuasa-Mu beri kami simbol-simbol ambigu
Dalam kata dan benda
Air, tanah, api, dan udara
Banyak yang hinakan padahal perkasa
Kehidupan dan kesembuhan;
Kemakmuran dan kesejahteraan;
Kesakitan dan kerusakan;
Kesejukan dan ketenangan;
Sulit kami jaga dalam keseimbangan
Ketumpulan akal
Yanga Kau hadiahkan sebagai anugerah
Jadi senjata saling tebas-saling jaga
Satu sama lain.
Sedikit kearifan berjuang mererai
Lagi-lagi kalah dalam pengasingan
Lagi-lagi jadi kambing hitam.
Bukan kuasa kami untuk menuntut
Kacuali berserah akan kuasa-Mu lewat takdir
Semua yang tersembunyi
Di balik simbol-simbol ambigu
Dalam kata dan benda
Kami masih saja berdiri
Di atas tanah-Mu terhampar luas
Di tengah putaran udara tak lagi jernih
Dan masih bergantung pada api dan air
Kata-kata-Mu terhimpun dalam kitab suci;
Dikenal sebagai wahyu langit diturunkan ke bumi
Benda-benda-Mu tertata dalam semesta alam;
Pelipur sunyi antara siang dan malam
Lagi-lagi ketumpulan akal
Beku oleh keambiguan mengkristal
Maka tak pantas kami bersombong diri
Kecuali berserah pada Penguasa segala arti.
Tuhan;
Kuasa-Mu beri kami simbol-simbol ambigu
Dalam kata dan benda.
Sebab kami sepi dari pengerti
Alpa dari segala keaslian bermakna
Memaksa berjelaga di seberang sesat
Yang tak pandai bersyukur
Hanyut dalam nikmat sesaat
Serakah pada harta yang tampak nyata
Bangga pada ketinggian jabatan diri.
Tasikmalaya, 7 Februari 2008
kamana wae masih apal te jeng urang, krusial !!!