Selayang Manglayang

Juli 28, 2010

PERCIKAN air hujan jatuh mengembang, di bukit Gunung Manglayang. Udara dingin perlahan meresap ke kulit hingga menusuk tulang. Kesunyian alam telah mengubur segala suara sumbang, yang sebelumnya selalu saja terngiang.

Di bukit Manglayang, sejanak kami menyimpan bayang. Melempar angan melayang tanpa benang. Segala gundah, penat, dan kejemuan hidup sementara tersimpan di tengah-tengah keramaian Kota Kembang. Kami berdelapan, para pencari tanjakan, demi pempertahankan nama kebesaran PasPoed Community, nampak seumpama para pemuda riang. Memang sesungguhnya juga riang. Baca entri selengkapnya »


Selalu Begini

Juli 20, 2010

SELALU begini. Ya, selalu begini. Setiap hari tak ada laku berganti. Bagun tidur melewati pagi. Tepatnya siang hari. Lari pagi tentu saja tak lagi digeluti. Memang dari dulu sudah bukan tradisi. Sejak kami menginap di Mentari. Pindah ke belakang Bahari. Kini jadi tetangganya Pusgit HMI. Selalu pula begini. Setiap hari.

Duduk di depan TV. Di atas meja ada secangkir kopi. Sebelum merokok sarapan roti. Sambil ngopi memecah kuaci. Sore baru makan nasi. Kadang-kadang baru makan malam hari. Melodi gitar kerap berbunyi. Pemain gitarnya Nurahman Wahid dan Lili. Sagap mengganti sekali-kali. Lebih enak lagi kalau yang memainkan gitarnya Tommy. Semuanya sahabat kami.

Bosan di kosan lari ke Sipi. Di kampus Ia menjual rokok dan kopi. Lagi-lagi ngopi. Saking seringnya nongkrong di Sipi, kami jadi akrab sekali. Boleh berhutang lagi, bila dana tak sampai memadai. Bila tak nongkrong di Sipi, maka mengunjungi calon istri.

Ada yang unik di sini. Di tongkrongan dekat Sipi. PasPoed adalah nama gank kami. “Biar miskin asal Doktor,” itu motto kebesaran kami. Sesekali kami sombong, Anda jangan iri. Kesuksesan adalah cita-cita tertinggi yang harus kami raih suatu hari nanti. Pentingnya optimis, itu pasti.

Hari Selasa kami bisa berbangga diri. Semua bebas berpose di depan lensa kamera Irfan Al-Faritsi, wartawan Sindo yang, iklannya suka tayang di RCTI. Hasil jepretan harus siap kehilangan harga diri. Di facebook rame-rame dihina oleh kami. Semua anggota kami punya giliran kehilangan harga diri.

Maaf bagi Agung TW dan Darma Legi. Bukan kami tidak mau memberi porsi yang memadai dalam tulisan ini. Tapi, maaf sekali lagi. Sebab mencari kata yang berirama (i), belum jadi kemahiran tersendiri. Mungkin bisa lain kali. Bila ada kesempatan lagi.

(Amin R. Iskandar)


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.