PERCIKAN air hujan jatuh mengembang, di bukit Gunung Manglayang. Udara dingin perlahan meresap ke kulit hingga menusuk tulang. Kesunyian alam telah mengubur segala suara sumbang, yang sebelumnya selalu saja terngiang.
Di bukit Manglayang, sejanak kami menyimpan bayang. Melempar angan melayang tanpa benang. Segala gundah, penat, dan kejemuan hidup sementara tersimpan di tengah-tengah keramaian Kota Kembang. Kami berdelapan, para pencari tanjakan, demi pempertahankan nama kebesaran PasPoed Community, nampak seumpama para pemuda riang. Memang sesungguhnya juga riang. Baca entri selengkapnya »
Ditulis oleh aminrais