(Untuk Jurnalistik UIN Bandung)
I
Sebanyak dua kubu yang bersyarikat datang ke kontrakan
Beradu pandangan mengadu pertimbangan
Saat malam tiba,
Kami singgah di Al-Fira.
Yang satu, satu strip di atas angkatan
Yang satu, dua strip di bawah angkatan
Waktu itu hanya sisa satu minggu
Masanya tiba generasi lama diganti yang baru
Rencananya pada Sabtu
Diganti dengan Rabu
Memang, berebut jabatan mesti penuh perhitungan
Membuang waswas akan kekecewaan
Tidak semudah dalam ucapan
Beberapa kali kami dapat kebencian
Mungkin akibat yang jadi kebiasaan
Setidaknya, kami jadi sedia
Sebab ada kepedulian yang tersisa
Satu generasi jangan jadi dua
Karena campur tangan yang tua
II
Cukuplah kami yang bergelut laksana thagut
Saling berebut soal dalam kabut
Sampai pada akhirnya perkara jadi kalut
Meninggalkan kesan generasi kalang kabut
Sebagai calon juru warta
Kami gagal berpihak sama rata
Hingga ada kata pengasingan
Dan kehilangan keseimbangan
Pun mereka yang jadi juru warta
Bertindak satu sisi juga
Mendengar dari satu suara
Lantas kami jadi tersangka
III
Malam dengan rincik hujan
Terpaksa kami tembus dengan kesungguhan
Tanpa lampu, tanpa risaukan kendaraan
Setengah jam kami tempuh perjalanan
Muka masam itu
Menyambut kami penuh bendu
Mungkin malu
Esok, kamilah yang jadi nomor satu
III
Satu pesan pada akhirnya
Berucap sekata adalah sia-sia
Ada bangga, ada cinta
Sementara luka..?
Biar milik beta saja
Dan tawa
Adalah titipan kami yang nyata
Hingga saat ini dan entah sampai kapan
Jabatannya tak pernah diserahkan.
Bandung, 20 November 2009
AMIN R ISKANDAR