Langit pun Ikut Menangis

Baru kemarin

aku temukan surga dari matamu

dan altar yang indah mengembang

dalam sela senyummu menyungging

serta betapa rasaku senang

mendengar senandung lirih suaramu

dari dekat.

Tapi kenapa

hari ini,

mukamu begitu dingin,

mendung bak cuaca hari ini.

“Suasana hati yang tak mendorong tuk tersenyum”

demikian ujarmu dalam pesan singkat.

betapa kau tutup dengan senyum yang miris

Langit pun ikut menangis

basahi halaman hatiku

hingga menggigil dan aku jatuh sakit

ah… milik siapa

sesungguhnya senyum manismu di ciptakan?

Bandung, 07 November 2008

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.