Cinta Puisi

Oleh: AMIN RAIS ISKANDAR

Harus pula aku jujur

Menaruh hati padamu; mengharap nasib mujur

Dan aku sudah berkasih

Tak perlu heran dan bersedih

 

Bukankah cinta laksana puisi?

Suara hati yang terpahat di dinding-dindingnya

Meski tak sampai dimiliki

Akan abadi terbawa di dalamnya

 

Cinta dan puisi mengalun merdu dalam hati

Seperti simponi penghibur gundah hati

Benci adalah cinta yang tertekan

Cinta adalah benci menemukan pelabuhan

 

 

Tasikmalaya, 12 Januari 2008

 

2 thoughts on “Cinta Puisi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s