Pecundang

Oleh: AMIN RAIS ISKANDAR

Seperti ratapan yang tak pernah usai

Ruang kosong tak sedikitpun bisa terisi

Laksana padang pasir, lama rindukan rumput

Seperti ilalang menanti siraman air laut

 

Purnama demi purnama; hati berdiri sendiri

Bertanya pada sebatang rokok; tak jua dapat jawab

Menanti cinta secantik dewi

Masih saja hati disiram sembab

 

Dan yang jauh di sana

   Hinggap membayangi pelupuk mata

Obrolam tiap jumpa lagi-lagi belum usai

     Lagi-lagi diusir benaman matahari

 

Bak kura-kura rindukan bulan

Bak kera cari-cari pisang

Memasang tajam; mata curiga

Takut senapan menghunus; rampas usia

Secara tiba-tiba

 

                                                                                    Tasikmalaya, 12 januari 2008

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s