Sepercik kata Chairil

Pisah Minggu

Minggu….

Hari sudah gelap

Hujan mulai turun

Aku hanya memandangnya dalam sepi

Takan lagi merasakan kehangatan itu

Canda, tawa, yang sama-sama slalu diinginkan

Hari sudah gelap

Hujan mulai turun

Hari itu angin dingin sekali

Aku masih memandangnya dalam sendu

Aku masih ingin kehangatan itu

Bersimpuh dalam dekapnya

Bernaung antara sayapnya

Bersembunyi di lembut belainya

Hujan itu

Kian berganti derai air mata

Saat pisah dan tinggalkan segala jejak langkah

Kini bukan lagi ujian cinta

Hari kian memalam

Hujan mulai reda

Angin masih saja tak kalah dingin

Aku masih memandangnya dalam bayang

Aku akan lama rindukan kehangatan itu

Saat sama-sama bersimpuh berdua

Tasikmalaya 2008

Sepercik kata Chairil

Benar kata Chairil

Nasib adalah kesunyian masing-masing

Hingga enggan berbagi nasib

Setelah sepi

Ramai pula dan menyepi

Slalu masing-masing sunyi

Aku pergi

Sendiri tanpa temani

Menghitung langkah

Mengukur jejak langkah basah

Sendiri

Setelah itu sunyi

Gemuruh angin riuh

Di atas hijau padi tumbuh baru

Setiap sore aku memandangi

Sendiri

Sepanjang sepi

Siul pipit burung

Di tangkai haur bambu tiang

Bersenang berbagi riang

Setelah itu sunyi ditelan malam berbintang

Nasib adalah kesunyian masing-masing

Setelah sepi

Ramai pula dan menyepi

Setelah itu sunyi

Tasikmalaya, 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s