Periode Emas dalam Mendidik Anak

Oleh Amin Rais Iskandar

Aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah UIN Sunan Gunung Djati

PADA abad 20-an, di Roma, Italia. Paus Kiril 1 berintruksi pada pejabat dan imam Gereja. “Sejatinya setiap dari kalian memungut seorang anak yang baru lahir (banyi). Pelihara dan didiklah hingga ia berusia lima tahun”. Setelah usia lima tahun, dengan bebas dilepas sekalipun Paus Kiril 1 tidak menghawatirkan peranan anak didiknya; baik bagi bangsa, agama, dan kemanusiaan.

Pandangan futuris Kiril, seakan menguak rahasia kegemilangan usia dini seorang manusia. Bisa dibayangkan, betapa dahsyatnya, masa depan seorang manusia digantungkan pada kualitas pengayoman (baca: pendidikan) yang ditanamkan pada masa kanak-kanak. Anak adalah periode emas yang patut pendapat perhatian. Pendidikan di masanya adalah langkah awal penanaman jiwa dan mental yang kuat.

Diharapkan, setelah tertanam jiwa dan mental yang kuat. Ia dapat mengembangkan kemampuannya lebih jauh untuk memahami, mencintai, dan mengabdi. Pengabdian ini baik pada bangsa, agama, dan masyarakat luas. Terlebih pengabdian pada Tuhan. Jika hal demikian dapat terwujud, menyaksikan citra bangsa, agama, dan masyarakat yang berkualitas adalah keniscayaan.

Coba saja runut dari beberapa catatan sejarah. Para pejuang dan elit proklamator kemerdekaan Indonesia 1945. Rata-rata lahir dari yang memeiliki latar belakang pendidikan berkualitas semasa kecilnya. Bagaimana jiwa patriot dan kesatria ditanamkan dalam kedisiplinan hidup sejak kanak-kanak. Semangat perjuangan mempertahankan citra bangsa tidak mesti dipinta lagi. Sebab dengan sendirinya muncul dari kesadaran jiwa yang terdalam.

Sebut saja Soekarno, Hatta, Natsir, dan tokoh lainnya. Mereka adalah yang mendapat pendidikan semenjak kecil. Masa kanak-kanak memang merupakan periode emas manusia yang perlu dimaksimalkan. Dengan peranan guru, orang tua, dan lembaga pendidikan yang memang mengerti apa yang dibutuhkan oleh seorang anak.

Pada peringatan hari anak sedunia kali ini. Diharapkan peringatan tidak sebatas simbol atau seremonial saja. Tapi benar-benar mengisi periode emas manusia ini dengan pendidikan yang bermutu. Seperti diucap oleh Aristoteles, “pendidikan adalah persiapan terbaik untuk masa depan”.***

2 thoughts on “Periode Emas dalam Mendidik Anak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s