Bangsa Merdeka Bermental Merdeka

Oleh Amin Rais Iskandar

Mahasiswa Jurnalistik UIN Sunan Gunung Djati, Aktivis IMM Kota Bandung

SESUNGGUHNYA merebut kemerdekaan dari tangan penjajah bukan perkara mudah. Perlu semangat, perjuangan, kekuatan, dan yang paling penting keinginan untuk menang. Apalgi waktu penjajahan sampai tiga setengah abad lamanya. Tentu menorehkan catatan buram yang sulit dilupakan, pahit untuk terus diingat. Tiga setengah abad adalah waktu yang cukup signifikan dalam memporak porandakan karakter massa.

Untung, hal tersebut tidak berdampak pada rakyat Indonesia. Betapa tidak? Dari rahim kota Blitar lahir 37.000 anak muda bermental juang. Di bawah asuhan Jenderal Soedirman, mereka mengatasnamakan diri sebagai tentara Pembela Tanah Air (PETA). Dengan mengandalkan strategi yang kita kenal dengan “gelirya”. Dari rahim Jawa Barat lahir tentara Hizbullah yang menghimpun anak muda Islam. Dilengkapi pasukan Heilo dengan kekuatan 25.000 personil. Bahu-membahu melakukan perlawanan akan penjajah di lokalitas masing-masing.

Perjuangan kaum muda yang patut diacungi jempol. Mereka adalah manusia pemilik jiwa (mental) merdeka dalam tekanan penjajah. Tidak peduli secanggih dan sehebat apa senjata lawan. Mereka terus berjuang dengan segala keterbatasan. Pada akhirnya, sebagai bentuk penghargaan, mereka patut dicatat dan dikenang sebagai anak bangsa, yang memberikan jasa berarti bagi bangsanya. Wajar jika hari proklamasi kemerdekaan (17 Agustus 1945), kemudian di”sakral”kan sebagai hari penghormatan pada pejuang.

Alhasil, seadainya dalam tekanan penjajah mereka memiliki mental merdeka. Kenapa selama 63 tahun kemerdekaan diraih mental merdeka itu seakan tidak ada? Melainkan mental penjajah; korupsi, kolusi, nepotisme, dan kebiasaan menindas kaum lemah justru kian menjamur. Perlu diingat, bahwa untuk mengisi bangsa merdeka adalah dengan mental merdeka pula.

Manusia bermental merdeka bukan hanya yang bisa melepaskan diri dari jerat-jerat orang lain. Tapi juga sanggup melepaskan orang lain dari jerat-jerat dirinya. Itulah kiranya yang kita butuhkan untuk mengisi kemerdekaan bangsa ini. Semoga!!!.***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s