Merdeka adalah Jembatan Emas

Oleh Amin Rais Iskandar

Mahasiswa Jurnalistik UIN Sunan Gunung Djati, Aktivis IMM Kota Bandung

BERAGAM persepsi yang memaknai kata kemerdekaan. Lain persepsi lain pula cara mengisi kemerdekaan di maksud. Pasca proklamasi kemerdekaan Indonesia (17 Agustus 1945) dibacakan bapak Dwitunggal (Soekarno-Hatta). Soekarno memberi makna tersendiri akan kemerdekaan yang diraih bangsa Indonesi. “Kemerdekaan adalah jembatan emas menuju kemakmuran, kedamaian dan kesejahteraan”. Demikian tutur bapak proklamator.

Jika demikian benar adanya, maka di usianya 63 tahun bangsa ini menapaki jembatan emas kemerdekaan. Sejatinya telah memberi kedewasaan bagi bangsa. Mahkota kemakmuran, kedamaian dan kesejahteraan mestinya telah tergapai. Tapi fakta berkata lain. Dari tahun ke tahun nasib bangsa ini kian terpuruk dan terancam runtuh. Apakah terlalu panjang jembatan emas (kemerdekaan) yang harus di tempuh? Sampai-sampai tidak cukup dilalui dalam kurun waktu 63 tahun.

Kemakmuran, kedamaian dan kesejahteraan adalah puncak dari sebuah karya nyata bangsa merdeka. Sebagai bangsa yang telah 63 tahun merdeka, karya apa sesungguhnya telah disuguhkan? Kekerasan atas nama agama, bentrokan antarsuku-budaya-ras, ribuan anak putus sekolah, ribuan sarjana menganggur, kasus korupsi tiada henti, peningkatan angka kemiskinan sulit dibendung, dan krisis energi yang melanda. Apakah semua itu buah karya bangsa merdeka yang patut dipetik?

Sebagai anak bangsa dari bangsa yang besar dan bermartabat, miris rasanya jika saya mengingat semua itu. Apalagi peringatan hari kemerdekaan kali ini tidak lebih dari sekedar seremonial. Beda halnya yang saya rasakan saat kecil dulu. 17 Agustus diperingati penuh gegap-gempita, renungan perjuangan, dan disuguhi cerita orang tua tentang jerih-payah perjuangan para pejuang. 17 Agustus benar-benar terasa sebagai momen sakral yang penuh dengan kekuatan magis. Wallahua’lam bissawab***.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s