Semut

Oleh AMIN R ISKANDAR

Dari sarangmu yang kecil itu lobangnya, ku temukan seprihan kaca.

Meski tak hingga ribuan, jarak dari gedung membuatku bertanya-tanya.

Apa sengaja kaca itu kau bawa?

Semut?

Mulutmu, memang tak lah selamanya terkatup.

Tapi rahasiamu begitu rapat tertutup.

Betapa sulit kami mengungkap.

Hanya dengan sahabatmu saling bertukar ucap.

Semut.

Hari ini, kau ajarkan aku satu alasan.

Betapa rahasia perlu selalu aku simpan.

Persetanlah segala paksaan.

Pula waspada pada pancingan.

Jakarta, 20 Agustus 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s