Sajak Buat Ayah

Oleh AMIN R ISKANDAR

Aku telah temukan kini karya seni paling indah

Dalam jerih payah;

Dari harum keringat mendiang ayah

Yang setiap detik pikirnya resah

“Masih bisakan anak-anakku esok masuk sekolah?”

Dengan semangat, tubuh dipaksa basah

Beserta sepasang kerbau di muka, membajak sawah

Yang luasnya tak sampai satu “H”

Dan hanya cukup hibur lara di kala senja

Aku masih teringat bagaimana kau ajarkan

Rahasia seni paling indah

Dengan tumpukan tanah basah

Akibat guyuran hujan kala pemakaman

Aku juga masih teringat

Harum angus keringat

Kita saat sama-sama buka baju di bawah panas

Sambil menyiapkan hiliran kebun tomat

Dan tak kuat dengan panas yang menyengat

Oh ayah…,

Aku kini mulai paham

Akan makna pundakmu yang lebam

Akibat puluhan tahun mencari pakan kerbau

Baik panas maupun hujan tak jadi hirau

Aku kini mulai paham

Sebab jalanmu dulu ada dalam jalanku kini

Mengukir makna seni terindah

Dalam lelah

Oh ayah..,

Ini janji sajak untukmu

Telah aku penuhkan

Sebagai tanda sama-sama pengukir seni

Terindah dalam lelah

Jakarta, 17 Oktober 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s