Padang Duri

Menyusuri jejakmu

seperti meletakkan telapak hati

di padang duri.

Hanya menyisakan bintik-bintik

lebam di dinding biru.

Ada luka parah

tanpa darah.

Di balik rusuk dada kiriku,

seperti sakit tulangku yang hilang dulu.

Elegimu bertabur dusta

seribu satu dalam lisan palsu.

Tak sudilah untuk kembali menyapa

meski kau lagi suguhkan kesurgaan itu.

Amin R Iskandar

Bandung, 10-12-09



2 thoughts on “Padang Duri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s